Makna denotatif, konotatif, dan mitos nama-nama tokoh dalam tradisi Begalan adat pernikahan Banyumas: Kajian antropolinguistik

Main Article Content

Tri Okviana Rahmawati
Elen Inderasari
Moh Alwi Arifin

Abstract

Tradisi Begalan dalam adat pernikahan Banyumas merupakan praktik budaya lisan yang sarat simbol, namun dalam perkembangannya sering dipahami secara permukaan sebagai hiburan ritual semata. Salah satu unsur yang belum banyak dikaji secara mendalam adalah nama-nama tokoh Begalan, padahal penamaan tersebut berpotensi merepresentasikan sistem makna, nilai budaya, dan ideologi masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang melekat pada nama-nama tokoh dalam Tradisi Begalan dengan menempatkan bahasa sebagai pintu masuk untuk memahami pandangan hidup masyarakat Banyumas melalui kajian antropolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model etnografi, memadukan pendekatan antropolinguistik dan teori semiotik. Data diperoleh dari informan pelaku Begalan dan peristiwa pertunjukan seni Begalan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data berupa transkrip wawancara dan video pertunjukan dianalisis menggunakan tahapan analisis etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama-nama tokoh Begalan mengandung makna berlapis yang tidak bersifat arbitrer, melainkan merepresentasikan karakter ideal, relasi sosial, serta ideologi budaya masyarakat Banyumas. Makna mitos berperan penting dalam menaturalisasi nilai dan norma sosial melalui bahasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nama tokoh dalam Tradisi Begalan merupakan sistem tanda budaya yang berfungsi sebagai medium transmisi nilai dan pandangan hidup masyarakat, sehingga kajian bahasa dalam tradisi lisan menjadi kunci penting dalam memahami dan melestarikan kebudayaan lokal.

Article Details

Section
Articles

References

Alzain, E., & Algobaei, F. (2025). Naming as narrative strategy: Semiotic inversion and cultural authenticity in Yemeni television drama. Genealogy, 9(3), 1–16. https://doi.org/10.3390/genealogy9030099

Andini, H., Syaifudin, A., & Yuniawan, T. (2017). Makna kultural dalam leksikon perlengkapan seni Begalan masyarakat Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Jurnal Sastra Indonesia, 6(2), 25–29.

Barthes, R. (2018). Mythologies (A. Lavers, Trans.). Hill and Wang.

Danandjaja, J. (2018). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain (Rev. ed.). Pustaka Utama Grafiti.

Duranti, A. (2017). Linguistic anthropology: Language as a non-neutral medium. Cambridge University Press.

Farkas, T. (2019). Names and naming and their cultural context in Terry Pratchett’s Discworld. In Proceedings of the International Conference on Onomastics (pp. 1–10). https://doi.org/10.30816/ICONN5/2019/75

Feriska, A., & Amin, M. F. (2024). Istilah dalam leksikon tradisi Begalan pada masyarakat Banyumas: Kajian antropolinguistik. Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya, 3(2), 167–173. https://doi.org/10.14710/wjsbb.2024.24557

Foley, W. A. (2021). Anthropological linguistics: An introduction (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Hardani, H., Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., Fardani, R. A. F., Sukmana, D. J., & Auliya, N. H. (2020). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pustaka Ilmu.

Haryantana, A. T. (2018). Kamus antropologi. PT Aksarra Sinergi Media.

Herusatoto, B. (2008). Banyumas: Sejarah, bahasa, watak, seni, dan budaya. LKiS Pelangi Aksara.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning. Corwin Press.

Koentjaraningrat, K. (1984). Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Pustaka Jaya.

Kramsch, C. (2019). Language and culture revisited. Applied Linguistics, 40(1), 1–21. https://doi.org/10.1093/applin/amy035

Kusnadi, K., & Lestari, S. (2020). Tradisi lisan dan tantangan pewarisan nilai budaya lokal. Jurnal Humaniora, 32(3), 245–256.

Mulyadiprana, A. (2018). Pengembangan buku cerita anak berbasis kearifan lokal Mendong Tasikmalaya di sekolah dasar. Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5(2), 152–162. https://doi.org/10.17509/pedadidaktika.v5i2.7325

Putra, R. D., & Suyitno, I. (2022). Bahasa, simbol, dan identitas budaya dalam tradisi Jawa. Lingua Cultura, 16(2), 173–182.

Rahmawati, D. (2021). Komodifikasi tradisi lisan dalam masyarakat modern. Jurnal Kebudayaan, 16(1), 55–68.

Rorong, M. J. (2024). Semiotika. Deepublish Digital.

Saddhono, K., & Kurniawan, A. (2017). Islamic religious value in traditional ceremony of Begalan Banyumasan as educational character for students at senior high schools in Central Java. UMRAN: International Journal of Islamic and Civilizational Studies, 4(1–1), 71–77. https://doi.org/10.11113/umran2017.4n1-1.206

Sibarani, R. (2018). Batak Toba society’s local wisdom of mutual cooperation in Toba Lake area. Journal of Human Behavior in the Social Environment, 28(3), 301–314. https://doi.org/10.1080/10911359.2017.1408148

Sibarani, R. (2020). Antropolinguistik: Teori, metode, dan aplikasinya. Asosiasi Tradisi Lisan.

Sibarani, R. (2024). Antropolinguistik: Sebuah pendekatan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Slamet, M., & Supriyadi, P. (2007). Begalan: Seni tradisi upacara penganten masyarakat Banyumas. ISI Press.

Spradley, J. P. (1979). The ethnographic interview. Holt, Rinehart and Winston.

Suwartono. (2007). Bahasa pada Begalan dalam adat pernikahan Banyumas. Leksika.

Völkel, S. (2023). Named entities, naming practices, and their meanings: Linguistic types and cultural contexts. International Journal of Language and Culture, 10(2), 151–175. https://doi.org/10.1075/ijolc.00048.vol

Wahyu, E. A. A., & Brata, N. T. (2020). Redefinisi makna tradisi Begalan oleh Sanggar Sekar Kantil dalam ritus pernikahan masyarakat Banyumas. Jurnal Budaya Etnika, 4(2), 86–97. https://doi.org/10.26742/be.v4i2.1564

Widodo, S. T., & Saddhono, K. (2019). Tradisi lisan sebagai identitas budaya dan sumber pendidikan karakter. Bahasa dan Seni, 47(2), 131–144.

Wijayanti, D. (2019). Ensiklopedi kebudayaan (Ardhi, Ed.). Desa Pustaka Indonesia.

Winoto, Y. (2020). Rancang bangun dokumentasi budaya tentang situs Bumi Alit Kabuyutan dalam bentuk booklet. Jurnal Artefak, 7(2), 107–116. https://doi.org/10.25157/ja.v7i2.3525

Yahya, M. D., Faizah, A. Z., & Soliqah, I. (2022). Akulturasi budaya pada tradisi Wetonan dalam perspektif Islam. AMORTI: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 1(1), 55–67. https://doi.org/10.59944/amorti.v1i1.16