Penggunaan Tutur Terbatas pada Dialog Bupati Lumajang dengan Penambang Pasir di Channel Youtube Lumajang TV
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini berangkat dari fenomena komunikasi publik antara Bupati Lumajang dan penambang pasir yang ditayangkan melalui kanal YouTube Lumajang TV, di mana muncul bentuk-bentuk tutur terbatas yang menarik untuk ditelaah secara sosiolinguistik. Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana bentuk dan fungsi tutur terbatas digunakan dalam dialog yang melibatkan perbedaan status sosial, ekonomi, dan pendidikan, serta bagaimana bahasa menjadi sarana negosiasi kepentingan dalam ruang digital. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara mendalam bentuk penggunaan tutur terbatas dalam dialog tersebut serta mengungkap fungsi komunikatifnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa transkrip tuturan Bupati dan penambang pasir yang diunggah dalam kanal YouTube Lumajang TV, diperoleh melalui teknik observasi non-partisipasi, dokumentasi, dan wawancara pendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengklasifikasi bentuk tutur terbatas dan menafsirkan fungsinya dalam konteks komunikasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutur terbatas bukan sekadar cerminan keterbatasan linguistik, tetapi merupakan strategi komunikatif yang berfungsi untuk menjaga kesantunan, mengurangi jarak sosial, serta menegosiasikan kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa bahasa sederhana yang digunakan dalam konteks otoritas dan masyarakat bukanlah kelemahan, melainkan sarana adaptasi sosial yang efektif dalam membangun komunikasi publik yang lebih inklusif dan humanis di era digital.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Andriyani, A. A. A. D. (2022). Kesantunan dalam bergosip pedagang di pasar tradisional. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(1), 131–142. https://doi.org/10.22219/kembara.v8i1.20340
Androutsopoulos, J. (2020). Online data collection. In J. Culpeper, M. Haugh, & D. Z. Kádár (Eds.), The Palgrave Handbook of Linguistic (Im)politeness (pp. 665–692). Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-319-73447-6_33
Ardhana, M. R., Ahmad, M. R. dan Rijal, S. (2021) “Penggunaan Variasi Bahasa di Media Sosial Twitter: Kajian Sosiolinguistik,” Adjektiva Educational Languages and Literature Studies, 4(1), hal. 1–9.
Ardhianti, M., & Indayani, I. (2022). Tuturan yang berdampak hukum ditinjau dari elemen dan fungsi konteks kultural di media sosial Tik-Tok Indonesia. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(1), 143–159. https://doi.org/10.22219/kembara.v8i1.19235
Astari, R., Seman, M., Mahfud, C., Mukhlis, A., Perawironegoro, D., & Faturrahman, M. I. (2023). Tindak tutur curahan hati istri pertama pada konflik keluarga poligami muslim di Indonesia . KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(1), 135–146. https://doi.org/10.22219/kembara.v9i1.23385
Astuti, S. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fauzan, F. (2021). Dwifungsi tuturan oposisi dalam masyarakat bersosiokultur Jawa. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(1), 143–156. https://doi.org/10.22219/kembara.v7i1.16407
Holmes, J., & Wilson, N. (2017). An introduction to sociolinguistics (5th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315728432
Iftinan, Q. T. dan Sabardila, A. (2021) Bahasa dan Sastra Indonesia “Analisis Kesalahan Berbahasa pada Status dan Komentar di Media Sosial Twitter,” Jurnal Bastrindo, 2(1), 45–56.
Johan, M. (2022) “Peristiwa Tutur Pada Tuturan Remaja Cadel Suatu Kajian Neuro-Morfologi,” Jurnal Deiksis, 14(2), 175–183.
Machmud, K. (2016). Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Novitasari, D., Yohanes, B., & Suhartono, S. (2021). Tuturan persuasif dalam video blog kecantikan: kajian pragmastilistika. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(2), 168–181. https://doi.org/10.22219/kembara.v5i2.10028
Nurhayati, E. (2019). Tuturan terbatas dalam komunikasi formal di lingkungan pendidikan. Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(2), 120–132. https://doi.org/10.24843/jbs.2019.v04.i02.p06
Paramitha, N. (2017). Sosiolinguistik: Sebuah kajian kebahasaan. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(2), 165–174. https://doi.org/10.24036/jbs.v8i2.12345
Poedjosoedarmo, G. (2017). Language variation and speech levels in Javanese. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Putri, J. J. D. ., Djatmika, D., & Nugroho, M. (2022). Penanda modifikasi internal pada tuturan encouraging juri Indonesian Idol Special Season dalam memberikan komentar penampilan peserta. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(1), 66–80. https://doi.org/10.22219/kembara.v8i1.18523
Rahardi, K. (2018). Sosiolinguistik: Kode dan Alih Kode. Jakarta: Erlangga.
Sahab, A. (2017) “Realitas Citra Politik Tri Rismaharini,” Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 30(1), hal. 20–34.
Siregar, F., & Lubis, R. (2021). Digital communication and social interaction: A sociolinguistic perspective. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 11(3), 590–601. https://doi.org/10.17509/ijal.v11i3.45762
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supriyadi, S., & Savitri, N. (2020). The role of sociolinguistics in analyzing language variation in social interaction. Journal of Language and Linguistic Studies, 16(2), 789–801. https://doi.org/10.17263/jlls.759198
Utami, S. S. (2019) “Variasi Bahasa Masyarakat Pesisir Kampung Tambak Wedi Baru, Surabaya: Kajian Sosiolinguistik,” Jurnal Skriptorium, 6(1), hal. 1–9.
Viklous, B. E. (2022) “Perubahan Bahasa dan Makna Kata ‘Anjir’ di Social Media: Kajian Sosiolinguistik,” Jurnal Multidisiplin West Science, 1(2), 213–225.
Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2021). An introduction to sociolinguistics (8th ed.). Wiley-Blackwell.
Wiwaha, R. S. R., Andajani, K., & Harsiati, T. (2021). Tindak tutur ekspresif dalam video pembelajaran bahasa Indonesia. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 335–352. https://doi.org/10.22219/kembara.v7i2.17702