Ketidakadilan Gender terhadap Perempuan dalam Novel Orang-Orang Oetimu Karya Felix K. Nesi
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya praktik ketidakadilan gender terhadap perempuan yang tidak hanya terjadi dalam kehidupan nyata, tetapi juga terwakili dalam karya sastra Indonesia kontemporer. Novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi menjadi objek penelitian karena menggambarkan kehidupan masyarakat perbatasan dengan kompleksitas sosial, budaya, dan politik yang khas, sekaligus menyingkap lapisan diskriminasi yang dialami perempuan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan dalam novel serta mengungkap faktor penyebab yang melatarbelakanginya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan gender melalui analisis isi, dibantu teknik simak-catat untuk mengumpulkan data berupa kutipan teks, kalimat, maupun paragraf yang merepresentasikan praktik ketidakadilan gender. Data kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan triangulasi teori untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam novel mengalami berbagai bentuk ketidakadilan, seperti marginalisasi, subordinasi, stereotip, dan kekerasan simbolik yang tidak hanya lahir dari relasi personal, tetapi juga dari struktur sosial budaya yang patriarkal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa novel Orang-Orang Oetimu tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga berfungsi sebagai kritik terhadap praktik diskriminasi gender. Penelitian ini memberi kontribusi penting dalam memperkaya kajian sastra feminis Indonesia, mempertegas peran sastra sebagai sarana kritik sosial, dan membuka peluang penelitian lanjutan yang lebih interdisipliner dalam mengkaji representasi ketidakadilan gender.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Adawiyah, R., & Hasanah, M. (2019). Stereotip Perempuan dalam Novel di Balik Kerling Saatirah Karya Ninik M. Kuntarto: Kajian Dekonstruksi Jacques Derrida. Basindo, 3(2), 237-249.
Aji, A. M., & Arifin, Z. (2021). The use of the Beautiful novel by Eka Kurniawan as a teaching material: An analysis based on grounded theory. Indonesian Journal of Cultural and Arts Education, 5(2), 112–124. https://doi.org/10.37200/IJCAES.2021.52.6
Astuti, P., Mulawarman, W. G., & Rokhmansyah, A. (2018). Ketidakadilan Gender Terhadap Tokoh Perempuan Dalam Novel Genduk Karya Sundari Mardjuki: Kajian Kritik Sastra Feminisme. Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni Dan Budaya), 2(2), 105–114.
Astuti, S. (2012). Ketidakadilan Gender Dalam Novel Namaku Mata Hari Karya Remy Sylado: Kajian Feminisme. Jurnal Pendididkan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 487–495.
Astuti, W. (2021). Women’s experiences and gender injustice in Indonesian literary works. Jurnal Poetika, 9(1), 33–47. https://doi.org/10.22146/poetika.65421
Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan validitas data melalui triangulasi pada penelitian kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62. https://doi.org/10.24114/jtp.v10i1.462
Dewantara, A. (2022). Descriptive qualitative analysis in social research: Methodological reflections. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 8(2), 112–121. https://doi.org/10.23887/jiis.v8i2.52371
Fakih, M. (2020). Analisis gender dan transformasi sosial (Cetakan ke-15). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Handayani, T. (2020). Women’s marginalization in Indonesian contemporary literature: A feminist perspective. Humaniora, 32(3), 245–256. https://doi.org/10.22146/jh.54432
Handayani, T. S. (2017). Konsep dan teknik penelitian gender. UMMPress.
Handayani, T., & Pratama, A. (2020). Gender inequality in modern Indonesian literature: A critical review. Lingua Cultura, 14(2), 123–132. https://doi.org/10.21512/lc.v14i2.6407
Harnoko, B. R. (2012). Dibalik Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan. Muwazah: Jurnal Kajian Gender, 2(1), 181–188. http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/Muwazah/article/view/16
Hartati, S. (2020). Feminist literary criticism and local context in Indonesian novels. Jurnal Poetika, 8(2), 110–122. https://doi.org/10.22146/poetika.56721
Hartini. (2013). Pengkajian gender: nilai-nilai pendidikan karakter dan budi pekerti dalam sastra wulang pada naskah Jawa. Sebelas Maret University Press.
Hermawati, I., & Sofian, A. (2018). Kekerasan Seksual oleh Anak Terhadap Anak Child on Child Sexual Abuse Achmad Sofian. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, 17(1), 1–20. http://news.bisnis.com/read/20180131/
Kusumawati, R. (2019). Patriarchy and women’s subordination in Indonesian novels: A feminist analysis. Journal of Language and Literature, 19(2), 88–99. https://doi.org/10.24071/joll.v19i2.2154
Legesan, A. (2012). Korban Kejahatan Sebagai Salah Satu Faktor Terjadinya Tindak Pidana Pemerkosaan. Lex Crimen, 1(4), 23-34.
Lestari, P. (2019). Contextualizing feminist theory in Indonesian literature: A methodological review. Humaniora, 31(3), 230–241. https://doi.org/10.22146/jh.46521
Maharani, N. (2021). Women’s subordination in Indonesian contemporary fiction: A feminist literary analysis. Humaniora, 33(2), 167–178. https://doi.org/10.22146/jh.61932
Nawir, M., & Risfaisal, R. (2017). Subordinasi Anak Perempuan Dalam Keluarga. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 3(1), 29–37. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v3i1.510
Putri, D. A. (2018). Feminist literary criticism on Eka Kurniawan’s novels: Subordination and resistance. Lingua Cultura, 12(4), 345–352. https://doi.org/10.21512/lc.v12i4.4982
Qurani, H. B. (2018). Subordinasi Terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel Pecinan: Suara Hati Wanita Tionghoa Karya Ratna Indraswari Ibrahim. Jurnal Konfiks, 5(2), 67-77.
Ratnasari, D. (2022). Feminist perspectives in Indonesian novels: Re-reading women’s voices. Journal of Language and Literature, 22(1), 45–58. https://doi.org/10.24071/joll.v22i1.3821
Riyanti, D. (2022). Representasi perempuan dalam novel Kenanga: Perspektif kritik sastra feminis. Jurnal Poetik, 10(1), 45–59. https://doi.org/10.22146/poetik.10293
Rusmini, O. (2022). Gender injustice in Indonesian novels: A feminist literary criticism. Journal of Language and Literature Studies, 8(3), 77–88. https://doi.org/10.22146/jlls.89321
Sari, M. P. (2020). Local wisdom and women’s oppression in Indonesian contemporary novels: A feminist critique. Humaniora, 32(4), 412–423. https://doi.org/10.22146/jh.56783
Sari, N. (2017). Kekerasan Perempuan dalam Novel Bak Rambut Dibelah tujuh Karya Muhammad Makhdlori. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajarannya, 1(2), 41-48. http://dx.doi.org/10.25157/literasi.v1i2.792
Semi, A. (1990). Metode penelitian sastra. Angkasa.
Setyawan, B. W., Hidayah, S. N., Natsir, A., & Fahrudin, A. (2021). Stereotype terhadap Tokoh Utama Perempuan dalam Novel Alun Samudra Rasa karya Ardini Pangastuti BN. Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak, 5(1), 60–82. https://doi.org/10.21274/martabat.2021.5.1.60-82
Siswantoro. (2005). Metode penelitian sastra: Analisis struktur puisi. Pustaka Pelajar.
Suryakusuma, J. (2019). State, gender, and feminism in Indonesia: Contextual challenges and feminist theories. Asian Journal of Women’s Studies, 25(2), 153–169. https://doi.org/10.1080/12259276.2019.162367
Tantawi, M. (2014). Metode deskriptif kualitatif dalam penelitian sastra. Jurnal Humaniora, 26(2), 120–131. https://doi.org/10.22146/jh.2532
Umniyyah, Z. (2020). Marginalisasi Perempuan: Cara Pandang Masyarakat Penganut Sistem Patriarki Dalam Novel Kenanga Karya Oka Rusmini. Humaniora Dan Era Disrupsi T, 1(1), 352--358.
Wahyuni, S., & Pratama, A. (2020). Gender inequality in modern Indonesian literature: A critical review. Lingua Cultura, 14(2), 123–132. https://doi.org/10.21512/lc.v14i2.6407
Wijayanti, R., & Hidayat, A. (2021). Literature as advocacy: Gender equality discourse in Indonesian contemporary fiction. Journal of Language and Literature, 21(2), 134–145. https://doi.org/10.24071/joll.v21i2.3592
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Yuliani, N., & Fitria, R. (2021). Feminist literary criticism in contemporary Indonesian works: Unveiling local gender injustice. Journal of Gender Studies, 30(7), 875–889. https://doi.org/10.1080/09589236.2020.1825214